Catatan di Polewali Mandar #4


Parade Pementasan Drama Cerita Rakyat


 
Minggu ini adalah minggu yang menyenangkan, mengapa? Ya, kelas X.1 dan X.2 SMA Negeri 2 Campalagian sudah sampai pada kompetensi dasar menemukan hal-hal yang menarik dalam cerita rakyat. Minggu kemarin saya membagi mereka ke dalam beberapa kelompok, tugas mereka adalah: Pentas drama cerita rakyat. Mereka excited sekali, saya terharu tentu saja. Dalam waktu satu minggu kemarin saya bebaskan mereka untuk berlatih drama, tidak ada ketentuan. Mereka bebas memilih cerita rakyat apa yang akan dipentaskan, konsep, kostum, hingga properti yang digunakan. Namun, mereka bisa konsultasi pada saya jika ada masalah yang menghambat mereka berproses. Mereka menjadi lebih semangat karena saya menjanjikan hadiah untuk tim penampil terbaik, ditambah dengan aktor dan aktris terbaik tentu saja. Meski dalam skala kecil paling tidak mereka akan mengenang drama ini sebagai pentas drama yang menyenangkan. Waktu berjalan, mereka bahkan latihan sampai sore hari, saya jadi tidak sabar melihat buah dari proses mereka. Bertajuk: Parade Pementasan Drama Kelas X SMA Negeri 2 Campalagian inilah sedikit cerita tentang pentas drama sederhana siswa-siswi SMA Negeri 2 Campalagian.

Satu demi satu kelompok menghadapi permasalahan dalam kelompoknya, mulai dari konflik internal kelompok hingga menyebabkan antar anggota kelompok “marahan”, ada anggota yang tidak mau untuk ikut tampil pentas, hingga kesulitan memilih kostum dan properti yang akan digunakan kelak. Menghadapi mereka harus ekstra sabar karena mereka masih dalam proses berkembang. Tetapi, mereka mau maju untuk tampil dan tidak malu adalah hal yang sangat luar biasa, dan saya bersyukur akan hal itu. Mereka bahkan meminta agar saya menukar jam dengan pelajaran jam terakhir, mereka ingin lebih bebas dan tidak tertahan waktu. Giliran X.1 tampil pada hari senin (12/02/2017) kemarin. Jadi, saya tahu karena mereka masih pemalu, maka saya memilih untuk membiarkan mereka tampil di kelas kosong yang belum terpakai dan hanya saya yang menonton mereka.

Tim Cindelaras tampil pertama, seharusnya Tim Batu Menangis yang tampil terlebih dahulu, tapi dikarenakan salah satu pemeran tidak masuk karena sakit, maka saya menunda penampilan Tim Batu Menangis.  Tim Cindelaras tediri dari Sherly, Andy, Yogi, Supia, dan Asraf. Satu yang saya sayangkan adalah mereka memberikan peran utama ke orang yang salah hingga bisa dibilang penampilan mereka kurang maksimal dan terkesan kurang serius. Tapi saya tetap apresiasi penampilan mereka, ekspektasi saya untuk kelompok ini terlalu tinggi. Tim kedua yang tampil adalah Tim Timun Mas. Sedikit cemas karena mereka sempat mengalami konflik internal hingga anggota satu dengan yang lain saling marahan. Terlebih ada dua anggota yang tidak mau tampil hingga menyisakan tiga pemain saja: Rahim, Cenceng, dan Santi. Dan hasilnya: luar biasa! Meski hanya dengan tiga pemain saja, mereka malah dapat memaksimalkan kekurangan-kekurangan yang mereka miliki di tim mereka. Berbekal properti minimalis dan jalan cerita yang sederhana mereka dapat tampil dengan outstanding! Tim Malin Kundang tampil selanjutnya, beranggotakan: Wahyu, Patima, Lia, dan Anwar. Meski di beberapa bagian seperti kosong dan tak tahu harus berbuat apa, tapi mereka sudah berusaha semaksimal mungkin. Ini dikarenakan mereka memaksa ingin menghapal naskah di luar kepala. Ketika mereka lupa pada bagian tertentu mereka menjadi buyar pada bagian selanjutnya. Tapi saya tetap acungi jempol untuk penampilan mereka. Tim terakhir hari itu adalah Tim Ande-Ande Lumut, dengan anggota: Lis, Hendra, Marselina, Mul, dan Pahri. Satu outstanding, empat lainnya meredup. Beberapa bagian mereka kurang serius hingga salah satu di antara mereka harus mengembalikan bagian yang sudah dirusak oleh yang lain. Setidaknya mereka masih mau maju meski terkesan kurang serius. Tim Ande-Ande Lumut menutup hari itu dengan sedikit mengecewakan tetapi tetap menghibur. 
 Tim Cindelaras: Yogi (Raja) dan Supia (Selir)



 Tim Cindelaras: Andi (Pengawal) dan Sherly (Ratu)

Tim Timun Mas: Santi (Mbok Rondo), Rahim (Raksasa), dan Cenceng (Timun Mas)

 Tim Timun Mas: Mbok Rondo memberitahu Timun Mas agar melarikan diri dari Raksasa

Tim Malin Kundang: Anwar (Rasyid),  Patima (Ibu), Lia (Putri Saudagar), dan Wahyu (Malin Kundang)

Tim Malin Kundang: Malin berubah menjadi batu

 Tim Ande-Ande Lumut: Lis (Klenting Merah), Pahri (Ande-Ande Lumut), Marselina (Klenting Kuning), Hendra (Pemberi Kabar), dan Mul (Yuyu Kangkang)

 Tim Ande-Ande Lumut: Klenting Kuning sedang mencuci dandang dan setelah itu akan bertemu dengan bangau putih
 
Lanjut pada keesokannya adalah giliran X.2 yang siap untuk tampil dengan warna-warni tim masing-masing.  Tim Malin Kundang I siap untuk menjadi pembuka, ada Arbia, Rina, Sulpa, dan Aslan. Mengejutkan, karena mereka menghapal naskah di luar kepala. Yap, mereka satu-satunya tim yang menghapal seluruh naskah untuk pementasan drama ini. Bangga tentu saja, meski ada beberapa bagian yang mereka lupa tapi tentu saja ini patut diapresiasi. Satu lagi adalah mereka sangat niat sekali, bahkan Aslan sampai mengganti bajunya untuk peran Malin yang miskin dan Malin yang sudah mapan. Satu hal yang menjadi koreksi adalah mereka sering membelakangi penonton, tapi itu termaafkan dengan penampilan mereka yang memorable. Tim kedua yang tampil adalah Tim Jaka Tarub dengan pemain: Mas’ud, Rahmani, Ida, dan Lisma. Kasusnya sama dengan tim-tim lain, mereka sering sekali kosong di beberapa bagian. Ya, mereka ingin sekali menghapal naskahnya tapi sayangnya mereka kurang bisa improve sehingga membuat mereka lupa dengan adegan selanjutnya. Tim Ande-Ande Lumut menjadi tim ketiga yang tampil, dengan pemain: Maryam, Ilham, Padlia, Uswatun, Sonia, dan Darlin. Ekspektasi saya untuk kelompok ini begitu tinggi, jika melihat mereka saat latihan mereka begitu meyakinkan. Tapi pada saat giliran mereka tampil, mereka sering membuat kesalahan dengan membuat beberapa bagian menjadi kosong dan berhenti lama. Bahkan Ilham, Uswatun, Sonia, dan Darlin selalu membaca naskah dan lupa bahwa drama ini ada penonton, yaitu saya. Mereka justru bagus saat latihan tapi mengapa saat tampil mereka seperti ini. Untunglah tim ini tertolong berkat akting Padlia yang outstanding! Jika dalam kesehariannya, Padli merupakan sosok yang pemalu, di drama ini ia begitu total memerankan Ibu Klenting Merah dan Klenting Kuning yang jahat. Tidak disangka Padli mencuri perhatian dengan aktingnya yang memukau, dia bahkan menghapal seluruh naskah bagiannya di luar kepala. Tim keempat yang tampil adalah Bawang Merah Bawang Putih. Tim ini beranggotakan: Satria, Dewi, Ratih, dan Al. Saya suka dengan kelompok ini, persiapan mereka begitu matang, bahkan hingga properti yang digunakan. Mereka mengganti labu dengan kelapa, mereka juga mengganti ular dengan anyaman daun kelapa, kreatif dan tidak disangka. Empat pemeran dengan akting yang serba pas. Bahkan untuk Al yang sangat cuek dengan sekolah ia mau untuk tampil. Lucunya adalah ia berangkat ke sekolah ketika jam terakhir saat pementasan drama, ia membolos dari pagi. Tim terakhir dan menjadi penutup hari itu adalah Tim Malin Kundang II dengan pemeran Agus, Indah, Nada, Warlia, dan Muammar. Tim ini sangat menghibur, saya tertawa di beberapa adegan yang mereka tampilkan. Meski ada beberapa bagian yang kosong tapi kreativitas mereka patut diacungi jempol. Mereka membawa properti sederhana namunsesuai ketika digunakan dalam adegan mereka, contohnya mereka menjadikan papan triplek sebagai kapal. Ya, dibalik kurang seriusnya mereka karena ingin mengubah cerita Malin Kundang menjadi sebuah drama komedi, tapi saya akui tim ini menjadi penutup yang memorable.

Tim Malin Kundang I: Aslan (Malin Kundang), Sulpa, Arbia (Ibu), Rina (Putri Saudagar)



 Tim Malin Kundang I: Malin meminta restu ibunya untuk pergi mencari pekerjaan

Tim Jaka Tarub: Lisma (Dewi Nawangwulan), Rahmani dan Ida (Kakak Dewi Nawangwulan), dan Mas'ud (Jaka Tarub)


Tim Jaka Tarub: Jaka Tarub sedang mencuri selendang bidadari

Tim Ande-Ande Lumut: Darlin (Yuyu Kangkang), Ilham (Ande-Ande Lumut), Padlia (Ibu), Uswatun (Klenting Kuning), Sonia (Klenting Merah), dan Maryam (Ibu Ande-Ande Lumut)


Tim Ande-Ande Lumut: Pembawa berita menyampaikan pengumuman tentang Ande-Ande Lumut yang mencari istri

 Tim Bawang Merah Bawang Putih: Al (Pangeran), Ratih (Ibu tiri), Dewi (Bawang Merah), dan Satria (Bawanng Putih)

  Tim Bawang Merah Bawang Putih: Pangeran berjanji akan selalu mencintai Bawang Putih

 Tim Malin Kundang II: Muammar (Saudagar), Agus (Malin Kundang), Indah (Putri Saudagar), Nada (Rasyidah), Warlia (Ibu)


 Tim Malin Kundang II: Malin dan Rasyidah berlayar meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan

Pada akhirnya saya senang, karena mereka sangat “memikirkan” sekali parade drama ini. Antusias mereka menjadi salah satu alasan saya bersemangat di sisa 6 bulan saya mengajar di sini. Di saat saya tak bisa berharap banyak, mereka mampu menjawab keraguan saya dengan semangat mereka dan keterlibatan mereka di Parade Pementasan Drama Kelas X SMA Negeri 2 Campalagian ini. Keterbatasan membuat mereka dapat berpikir kreatif dengan menampilkan sesuatu yang tak akan bisa dilupakan sampai kapanpun. Ada satu tim yang belum tampil, Tim Batu Menangis dengan pemeran: Rahma, Noni, Amir, Ilham, Tri, dan Yanis. Mereka akan tampil hari ini, mereka akan menutup Parade Pementasan Drama Kelas X SMA Negeri 2 Campalagian ini. Sssssstttttt...mereka belum tahu jika hadiah untuk tim penampil terbaik masing-masing kelas adalah kupon makan di kantin sekolah dengan masing-masing orang mendapat Rp5.000,-  :)


¤∞∞¤∞∞¤

You Might Also Like

2 comments